Antara Kurma, Kebun Kurma, dan Bisnis Kurma

Tentu kita sudah pernah membaca bahwa kurma merupakan satu di antara sekian banyak buah yang memiliki khasiat dan manfaat bagi pengkonsumsinya. Tapi bagaimanakah hubungan antara buah kurma, kebun kurma hingga sampai kepada bisnis kurma, yang ternyata memiliki potensi laba yang aduhai lumayan besar ini. Mari kita bicarakan.

Guna melihat potensi kurma sebagai komoditas yang mampu menghasilkan laba memang diperlukan kejelian dan keinginan yang kokoh. Sebab kurma memang salah satu tanaman yang tidak wajar tumbuh di negeri kita Indonesia. Hingga menjadi wajar jika kita sebagai masyarakat awam tidak terpikirkan, ternyata kurma memiliki potensi untuk menghasilkan laba secara finansial.

Dibutuh kerjasama yang kuat antara pihak-pihak yang ingin mengembangkan bisnis kurma ini. Seperti narasi sebelumnya bahwa kurma adalah buah yang kaya akan manfaat. Untuk mengetahui secara detail tentang manfaat dan khasiatnya tersebut tentu kita membutuhkan pihak yang memang ahli dalam meneliti kandungan gizinya.

Setidaknya kami melihat ada 3 pihak yang perlu berkolaborasi dalam memahami, mengelola, dan mendistribusikan tanaman “jazirah arab” ini. Pertama, adalah pihak yang ahli dalam memahami dan meneliti kandungan gizi yang terkandung di dalam kurma. Sehingga apa yang akan kita distribusikan ke tengah masyarakat untuk dikonsumsi ini benar-benar telah jelas deskripsinya.

Kedua, adalah ahli kebun. Tentu kita memerlukan pihak yang benar-benar mengerti bagaimana mengelola kebun kurma. Kita membutuhkan “tangan dingin” yang mampu mengasuh kurma di “rumah” barunya yang memiliki karakter tempat tumbuh berbeda dari jazirah arab. Mulai dari memperhatikan suhu, kandungan tanah tempat kurma di tanam, kebutuhan air, dan berbagai macam keperluan mendetail, agar tanaman kurma dapat tumbuh dengan maksimal, dan menghasilkan buah segar dan ranum yang memiliki spesifikasi gizi tinggi dan bermanfaat. Dan tentunya memiliki nilai jual tinggi.

Potensi Kurma dibahas di Trubus

Ketiga, kita membutuhkan seorang pebisnis. Ini merupakan pihak yang menjadi ujung tombak dari hal yang kita bicarakan kali ini. Tanpa adanya seorang pebisnis ulung yang memahami pasar dan mampu membuat kalkulasi hitung-hitungan bisnis, maka produk kurma yang kita pahami gizinya dan kita kelola dengan baik pun bisa berkurang nilainya.

Maka sinergitas antara ketiga pihak ini, insyaAllah akan membuahkan satu hasil yang maksimal. Ketiga tugas ini bisa saja dilakukan oleh hanya satu orang, namun alangkah baiknya lagi bila dispesialisasikan masing-masing agar lebih ber-power tinggi.

Sebagai bayangan kita bersama, jika mampu menghasilkan atau memproduksi buah kurma varietas ajwa (kurma nabi), maka harga jual yang dapat kita tembus adalah Rp. 350.000/kilo. Sedangkan satu buah pohon kurma dalam satu masa panen mampu menghasilkan sampai 100kg buah kurma. Maka jika kita memiliki 10 pohon yang tumbuh subur dan mampu menghasilkan maksimal. Bisa kita hitung bersama berapa omsetnya? Sudah mencapai 350 juta! Amazing?!! Tentu.

Nah, bagaimana jadinya jika ketiga komponen tersebut ada dalam sebuah wadah, yaitu PT Kampoeng Kurma Sultan Saladin? Anda cukup melakukan investasi kavling dan menunggu pasive income dari kebun kurma yang dikelola developer bukan? Siapa yang mau mengambil kesempatan bagus ini, Anda ataukah ribuan orang lainnya? Yuk… jangan sia-siakan kesempatan baik ini.